Presiden Jokowi: Kurangi Ketergantungan pada Konsumsi, Dorong Hilirisasi Untuk Industrialisasi

“Semua komoditas yang kita miliki sekarang ini kita dorong untuk hilirisasi, untuk industrialisasi yaitu yang berkaitan dengan misalnya nikel yang ke depan saya kira dalam waktu 3 tahun ini atau maksimal 4 tahun ini akan semuanya akan berubah menjadi barang jadi dan juga yang paling penting adalah di litium baterai,

Menperin, Agus Gumiwang: Industri Pengolahan Kontributor Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2021

"Sektor industri pengolahan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan II-2021. Berdasarkan data dari BPS, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia terbesar diberikan oleh sektor manufaktur. Di Kuartal II-2021 ini ketika pertumbuhan ekonomi kita 7,07 persen, pertumbuhan industri manufaktur kontribusinya 1,35 persen,” jelas Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang dalam keterangan pers

Menko Perekonomian, Airlangga: Di Tengah Pandemi, Kartu Prakerja Buktikan Diri Sebagai Program Yang Inklusif

"Konsep digitalisasi yang diterapkan dalam pelaksanaan program Kartu Prakerja terbukti inklusif menjangkau semua lapisan masyarakat. Hari ini kita melihat bahwa program Kartu Prakerja berhasil menjangkau seluruh lapisan demografi. Mulai dari laki-laki, perempuan, ibu-ibu, generasi muda dari berbagai kalangan dan wilayah. Semua yang hadir di sini membuktikan bahwa Program Kartu Prakerja

Resmikan 1.014 BLK Komunitas, Wapres, K.H Ma’ruf Amin: Kembangkan Pelatihan Sesuai Kebutuhan Pasar Dan Industri

"Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas terus mengembangkan kejuruan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia industri (link and match). Langkah dan kebijakan pengembangan BLK Komunitas tentu saja perlu disesuaikan pula atau bersifat link and match dengan industri yang ada di sekitar BLK Komunitas. BLK Komunitas juga perlu berkolaborasi

Menperin, Agus Gumiwang: April 2021, PMI Manufaktur Indonesia Cetak Rekor Tertinggi, Tembus Level 54,6

“Selama ini sektor industri pengolahan nonmigas masih menjadi motor penggerak roda perekonomian nasional. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih dalam rangka meningkatkan kinerjanya. Kabar baik dari sektor industri kembali ditunjukkan melalui catatan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mampu menembus level 54,6 pada bulan April, sesuai yang dirilis oleh

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil: Investasi Pintu Masuk Bagi Penciptaan Lapangan Kerja

“Penciptaan lapangan pekerjaan adalah satu tugas yang berat karena kita tahu konsumsi pertumbuhan ekonomi nasional kita itu 60 persen konsumsi dan 30 persen dari sektor investasi. Ini menjadi peranan penting karena 16 juta orang yang kita harus siapkan lapangan pekerjaan. Saya pikir investasi merupakan pintu masuk untuk melakukan itu,” ujar

Kemenko Perekonomian: Investasi Yang Masuk Ke KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Kendal Senilai Rp 19,3 Triliun

KEK Kendal ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019, unggul dalam sektor industri berorientasi ekspor, substitusi impor, produk berteknologi tinggi, dan pada aplikasi khusus yang mendukung industri 4.0 serta logistik yang berbasis Industri 4.0. KEK Kendal diproyeksikan dapat menarik investasi sebesar Rp72Triliun dan tenaga kerja sebanyak 20.000 orang hingga

Menperin, Agus Gumiwang: Tiga Sektor Primadona Catatkan Ekspor Manufaktur Gemilang

"Neraca perdagangan industri pengolahan nonmigas sepanjang Januari-Maret 2021 mengalami surplus sebesar USD3,69 miliar. Capaian positif ini merupakan hasil dari kinerja ekspor sektor manufaktur yang meningkat pada periode tersebut. Secara kumulatif, nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada Januari-Maret 2021 adalah sebesar USD38,96 miliar atau naik 18,06% dibandingkan periode yang sama tahun

Menperin, Agus Gumiwang: Naik 38 Persen, Sektor Manufaktur Realisasikan Investasi Hingga Rp 88 Triliun

“Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sepanjang triwulan I tahun 2021, nilai investasi yang direalisasikan oleh industri pengolahan menembus Rp88,3 triliun atau naik 38 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp64 triliun. Salah satu wujud nyata dukungan pemerintah adalah menerbitkan Undang-Undang Cipta Kerja, yang tentunya dapat

Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Presiden Jokowi: Fase Pertama Masuk Investasi Sebesar Rp42,8 Triliun Dan Serap 250.000 Tenaga Kerja

“Kita harapkan ini akan menyerap tenaga kerja yang sebanyak-banyaknya, memberikan peluang pekerjaan yang sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya, dan ada arus modal masuk ke negara kita yang ini akan bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional kita. Kawasan ini diharapkan mendatangkan investasi sebesar Rp41,8 triliun di fase pertama,” ujar Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Kawasan

Top