Mendag, M. Lutfi: Pemerintah Akan Tingkatkan Nilai Ekspor Dua Komoditas Pertanian Unggulan ‘Porang Dan Sarang Burung Walet’

"Pemerintah akan mengejar nilai peningkatan nilai ekspor bagi dua komoditas unggulan Indonesia di pasar dunia, yakni sarang burung walet dan tanaman porang. Peningkatan nilai ekspor tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan harga terbaik dari pasar dunia yang akan memberikan keuntungan lebih baik bagi para petani dan industri dalam negeri. Sarang burung walet

Mentan, Yasin Limpo: Menjadi Andalan Ekspor, Berupaya Tingkatkan Produksi Komoditas Sarang Burung Walet Dan Porang

"Sarang burung walet dan tanaman porang saat ini menjadi dua komoditas ekspor yang menjadi andalan Indonesia di pasar dunia. Melihat potensi itu pihaknya akan mengoptimalkan budidaya dan produktivitas bagi dua komoditas tersebut," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Kantor Presiden,

Tinjau Panen, Tanam Dan Penggilingan Padi Di Malang, Presiden Jokowi: Pastikan Produksi Padi Mencukupi Kebutuhan Rakyat

“Saya bersama dengan Ibu Puan Maharani Ketua DPR RI, dan juga para menteri, gubernur, dan bupati untuk memastikan bahwa produksi padi yang ada, panen yang ada, betul-betul bisa memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, kita tidak perlu yang namanya impor. Tapi hitung-hitungannya memang harus pasti karena ini menyangkut

Mentan, Yasin Limpo: Pemerintah Siap Serap Dan Stabilkan Harga Gabah

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo kita akan serap gabah petani disini (Indramayu,- red) tanpa terkecuali melihat kadar air. Ada keluhan kadar air jangan sampai ini hanya alasan. Kalau ada yang seperti ini kita tindak. Petani tadi mengatakan bahwa gabah sudah naik harga Rp 4.200, kemarin sempat turun tapi sekarang sudah

TEGAS! Presiden Jokowi: Tidak Ada Impor Beras Sampai Juni 2021

“Pemerintah, tadi sudah saya sampaikan bahwa sebetulnya tidak senang dan tidak suka yang namanya impor beras. Tetapi, karena hitung-hitungan banyak yang kena banjir, kemudian pandemi, kadang-kadang memang hitung-hitungan kalkulasi itu, waduh ini kurang sehingga perlu tambahan untuk cadangan. Tetapi kemarin sudah kita putuskan bahwa sampai Juni tidak ada impor, insyaallah

Tinjau Panen Padi Di Indramayu, Presiden Jokowi: Ada 200 HA, Hasilkan 7 Hingga 8 Ton Panen Padi Per HA

“Pagi hari ini saya berada di Desa Wanasari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, untuk melihat secara langsung panen yang dilakukan di sini. Pada saat panen bersamaan itu kesulitan dalam mencari tenaga kerja untuk panen sehingga tadi para petani menginginkan untuk diberikan combine harvester (mesin pemanen padi) dan tadi sudah saya iyakan,

Presiden Jokowi: Lumbung Pangan Untuk Kesejahteraan Masyarakat NTT

“Hari ini saya melakukan kunjungan kerja untuk melihat lumbung pangan yang ada di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Di sini kita siapkan saat ini memang baru 5.000 hektare di mana yang 3.000 (hektare) ditanam padi, yang 2.000 ditanam jagung. Tapi ke depan akan diperluas lagi menjadi 10.000 hektare,” ujar

Presiden Jokowi: Food Estate (Lumbung Pangan) Sumba Tengah, NTT Diperluas Menjadi 10.000 HA

“Hari ini saya melakukan kunjungan kerja untuk melihat lumbung pangan yang ada di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Di sini kita siapkan saat ini memang baru 5.000 hektare di mana yang 3.000 (hektare) ditanam padi, yang 2.000 ditanam jagung. Tapi ke depan akan diperluas lagi menjadi 10.000 hektare,” ujar

Ditengah Guyuran Hujan Deras Tinjau Food Estate NTT, Presiden Jokowi: Untuk ketahanan Pangan Nasional

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 23 Februari 2021, melakukan peninjauan terhadap pembangunan lumbung pangan baru yang berada di Kabupaten Sumba Tengah. Kawasan lumbung pangan tersebut mencakup lahan seluas 5.000 hektare yang 3.000 hektare di antaranya diperuntukkan bagi penanaman padi, sementara 2.000 hektare sisanya

Top