Presiden Jokowi: Empat Alasan Pentingnya Pembangunan Infrastruktur

"Pembangunan infrastruktur yang merupakan fokus pembangunan negara dalam beberapa tahun terakhir ini hendaknya tak hanya dilihat dari sisi pembangunan fisik semata. Sebab, banyak hal penting lain yang hendak dituju dari pembangunan dan pengembangan infrastruktur di negara kita," jelas Presiden Joko Widodo saat meresmikan terminal baru Bandara Kuabang, di Kabupaten Halmahera

Presiden Jokowi: Infrastruktur Itu Membangun Peradaban Baru

“Infrastruktur itu adalah membangun peradaban. Ini yang sering tidak kita sadari. Bayangkan, misalnya dulu sebelum ada jalan, dari Halmahera Utara menuju Sofifi kita harus jalan kaki. Sekarang setelah jalannya ada berarti bisa naik bus, sepeda motor, atau mobil. Membangun peradaban baru,” kata Presiden Joko Widodo saat saat meresmikan terminal baru

Resmikan Terminal Bandara Kuabang, Halmahera Utara, Presiden Jokowi: Buka Aksesibilitas Dan Konektivitas Sehingga Muncul Titik-Titik Perekonomian Baru

“Saya sangat menyambut baik, alhamdulillah, terminal penumpang di Bandara Kuabang ini telah siap dipergunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara dan sekitarnya. Kita harapkan nanti akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar bandara ini,” ujar Presiden Joko Widodo saat peremian terminal baru Bandara Kuabang di Kabupaten Halmahera

Tinjau Tanggul Citarum yang Jebol Di Bekasi, Presiden Jokowi: Insyaallah, Target Dua Hari Selesai

“Pada hari Sabtu malam jam 10 tanggal 20 Februari yang lalu, tanggul Citarum ini jebol. Ada tiga titik yang mengalami jebol tanggul seperti ini. Insyaallah saya memberi target maksimal dua hari lagi sudah harus selesai tanggulnya sehingga semuanya berfungsi normal kembali,” kata Presiden Jokowi saat meninjau langsung tanggul Sungai Citarum

Presiden Jokowi: Bendungan Napun Gete Mampu Mengairi 300 Hektar Sawah

Bendungan Napun Gete yang merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah siap beroperasi. Dalam kunjungan kerja ke provinsi tersebut pada Selasa, 23 Februari 2021, Presiden meninjau sekaligus meresmikan bendungan yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp880 miliar. Bendungan Napun

Resmikan Bendungan Napun Gete, Presiden Jokowi: Pacu Tingkatkan Produktivitas Pertanian Dan Peternakan NTT

“Saya sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali saya datang ke NTT. Setiap saya datang ke NTT, awal-awal, selalu yang diminta adalah bendungan. Permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air. Begitu ada air, semua bisa ditanam, tanaman tumbuh, buahnya diambil, daunnya

Presiden Jokowi: Melalui Desa Wisata, Bendungan Tapin Berpotensi Jadi Obyek Pariwisata

“Dengan adanya bendungan ini kami berharap agar masyarakat di sini tidak hanya sebagai penonton, tapi kami ingin masyarakat diberdayakan melalui desa pariwisata di tempat ini karena nantinya akan terbuka usaha untuk masyarakat,” tutur Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Tapin yang terletak di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan,

Presiden Jokowi: Bendungan Tapin Dukung Ketahanan Pangan Dan Pengendalian Banjir Di Kalsel

“Selain mereduksi dampak banjir, Bendungan Tapin nantinya juga diharapkan akan turut berperan dalam peningkatan sektor pertanian di Kalimantan Selatan. Pembangunan bendungan yang diikuti dengan pembangunan jaringan irigasi hingga ke lahan-lahan sawah milik petani tersebut dilakukan dalam lima tahun pengerjaan dengan biaya mencapai Rp986,5 miliar. Bendungan ini dibangun lima tahun yang lalu

Resmikan Bendungan Tapin Kalsel, Presiden Jokowi: Mampu Mengairi Sekitar 5.472 HA Lahan Pertanian Dan Tenaga Listrik 3,3 Megawatt

“Bendungan Tapin ini dibangun lima tahun yang lalu dari 2015 dan sekarang telah selesai. Memiliki kapasitas tampung 56,77 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 425 hektare. Hadirnya bendungan tersebut di Kabupaten Tapin akan bermanfaat bagi pengairan kurang lebih 5.472 hektare lahan pertanian setempat, menyediakan air baku hingga 500 liter

Tahun 2021, Kementerian PUPR Anggarkan Rp 12,06 Triliun Untuk Program Infrastruktur Padat Karya Serap 777.206 Tenaga Kerja

"Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada TA 2021 terus melanjutkan program infrastruktur kerakyatan yang dilakukan melalui skema Padat Karya Tunai (PKT/cash for work). Alokasi anggaran PKT tahun 2021 disiapkan untuk menyerap tenaga kerja sebanyak 777.206 dengan anggaran sebesar Rp 12,06 triliun. Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan

Top