SIMAK! Penjelasan Menko Marinves Luhut Mengenai Hasil Evaluasi Pelaksanaan PPKM 2 Hingga 9 Agustus 2021

“Penerapan PPKM Level 4, 3, dan 2 yang dilakukan pada tanggal 2 Agustus hingga 9 Agustus di Jawa-Bali telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Terdapat 26 kabupaten/kota yang turun dari Level 4 ke Level 3 karena menunjukkan perbaikan kondisi di lapangan yang cukup signifikan. Dari data yang didapat, penurunan [kasus] telah terjadi hingga 59,6 persen dari puncak kasus di tanggal 15 Juli 2021 yang lalu. Momentum yang sudah cukup baik ini harus terus dijaga,” jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Keterangan Pers mengenai Evaluasi dan Penerapan PPKM secara virtual, Jakarta, Senin, 9 Agustus 2021.

Sejalan dengan penurunan kasus, tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di rumah sakit juga mengalami penurunan di sejumlah wilayah aglomerasi di Jawa-Bali, kecuali di Malang Raya dan Bali. Tingkat kematian di Jawa-Bali juga semakin menurun. Namun Menko Marinves mengingatkan bahwa hal tersebut masih fluktuatif.

“Pemerintah akan segera melakukan intervensi-intervensi di kedua wilayah ini untuk menurunkan laju penambahan kasus. Tim kami sekarang sedang bergerak ke sana dan saya sendiri juga nanti akan pergi mengunjungi kedua daerah ini,” ujar Luhut.

Pada kesempatan itu, Menko Marinves kembali menekankan mengenai tiga pilar utama dalam upaya pengendalian pandemi yang dilakukan pemerintah, yaitu peningkatan cakupan vaksinasi secara cepat, penerapan 3T (tracing, testing, dan treatment) yang tinggi, serta penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

“Dalam hal kecepatan laju vaksinasi, sejumlah provinsi dan wilayah aglomerasi menunjukkan peningkatan laju vaksinasi harian yang cukup signifikan. Hal ini tentu saja akan membantu dalam hal upaya pengendalian pandemi COVID-19 akibat varian Delta,” ujarnya.

Terkait upaya peningkatan 3T, diungkapkan Luhut, jumlah spesimen dan orang yang dites meningkat sangat signifikan hingga tiga kali lipat sejak bulan Mei 2021. Dari sisi tracing, keterlibatan TNI dan Polri mampu meningkatkan jumlah kontak erat yang berhasil di-tracing.

“Saat ini memang masih ada pencatatan dilakukan secara manual untuk aktivitas tracing ini, terutama karena keterbatasan akses internet untuk wilayah-wilayah pedesaan. Namun hal ini akan terus kami perbaiki dengan penambahan jumlah digital tracer/tracer lapangan dan juga perbaikan pada sistem SiLacak yang lebih adaptif, guna mengakomodasi tracing kontak erat yang akan semakin besar hari ke harinya,” imbuh Menkomarvinves.

Mengenai penerapan 3M, Menko Marinves mengungkapkan adanya peningkatan kepatuhan masyarakat dalam mengenakan masker. Tingkat kepatuhan saat ini mencapai 82 persen atau meningkat lima persen dibandingkan dengan bulan Februari-Maret.

Menutup keterangan persnya, Luhut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh komponen bangsa yang telah bahu membahu dalam upaya penanganan pandemi ini.

“Sekali lagi, tentunya pemerintah tidak bisa bergerak sendiri tanpa keterlibatan peran serta dan juga kesadaran masyarakat. Masyarakat hari ini diharapkan memiliki kesadaran tinggi untuk berperan penuh dalam terus menjaga protokol kesehatan, utamanya dengan melakukan penggunaan masker agar kita semua keluar dari badai pandemi ini,” tutupnya.

sumber: BPMI Setpres
editor: tim ‘disruptive’ pensil

FOLLOW ME:
_Twitter: @infokabinetID
_IG: infokabinetID
_FB Group: INFOKABINET.id
_Fanpage: infokabinet.id

 1,335 total views,  2 views today

Top