Menko Perekonomian, Airlangga: Per 30 April, Realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Capai Rp155,6 Triliun

“Dilaporkan juga terkait dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional, realisasi PEN sampai 30 April itu mencapai Rp155,6 triliun atau 22,3 persen dari pagu Rp699,43 triliun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo mengenai Penanganan Pandemi COVID-19, Jakarta, Senin, 3 Mei 2021.

Pemerintah optimis dengan prediksi capaian pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021. Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I – 2021 masih belum positif dan berada di kisaran angka -0,5% s.d. -0,3%, sementara proyeksi di Triwulan II – 2021 diperkirakan dapat tumbuh cukup tinggi di kisaran 6,9% s.d. 7,8%, sehingga sepanjang tahun 2021 ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih bisa berada di kisaran 4,5% s.d. 5,3%.

“Terdapat berbagai potensi penguatan, juga risiko pelemahan pada pertumbuhan ekonomi, namun Pemerintah akan berupaya mendorong ekonomi sektoral dan spasial melalui penguatan Local Value Chain (LVC) yang berorientasi pada beberapa sektor/komoditi strategis yang utama, yakni kelapa sawit, karet, industri kimia, industri alumunium, industri elektronik, dan industri alas kaki,” ujar Menko Perekonomian.

Untuk mewujudkan prediksi pertumbuhan ekonomi tersebut, tentunya diperlukan dorongan yang cukup kuat, salah satunya melalui pelaksanaan Program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang diharapkan akan mampu mendorong peningkatan di semua sektor. Karena itu realisasi program PEN ini menjadi sangat penting untuk menggerakkan ekonomi di masa pandemi.

Realisasi Program PEN 2021 (s.d. 30 April 2021) mencapai Rp155,63 triliun atau mencapai 22,3% dari pagu sebesar Rp699,43 triliun. Sedangkan rincian realisasi program PEN per kelompok program adalah sebagai berikut:

a. Program Kesehatan sebesar Rp21,15 triliun (12,1% dari pagu Rp175,52 triliun)

b. Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebesar Rp49,07 triliun (32,7% dari pagu Rp150,88 triliun)

c. Program Prioritas sebesar Rp18,98 triliun (15,3% dari Pagu Rp125,17 triliun)

d. Program Dukungan UMKM & Korporasi Rp40,23 triliun (20,8% dari Pagu Rp191,13 triliun)

e. Program Insentif Usaha Rp26,20 triliun (46,2% dari pagu Rp56,72 triliun).

Realisasi Program Perlinsos yang sudah mencapai Rp49,07 triliun atau 32,7% dari pagu tersebut antara lain meliputi realisasi Program PKH sebesar Rp13,72 triliun (47,8%), Kartu Sembako sebesar Rp11,91 triliun (26,4%), BST sebesar Rp11,11 triliun (92,6%) dan BLT Desa sebesar Rp1,78 triliun (12,4%).

Untuk mempercepat penyaluran BLT Desa, disiapkan surat dari Kemenkeu bersama dengan Kemendagri dan Kemendes, kepada para Kepala Daerah agar mendorong percepatan penyaluran BLT Desa.

tim ‘disruptive’ pensil
_Twitter: @infokabinetID
_IG: infokabinetID
_FB Group: INFOKABINET.id
_Fanpage: infokabinet.id

642 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Top