SIMAK! 5 Arahan Presiden Jokowi Mengenai Antisipasi Penyebaran COVID-19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober 2020

“Kita memiliki pengalaman kemarin libur panjang, pada satu setengah bulan yang lalu mungkin. Setelah itu terjadi kenaikan yang agak tinggi. Oleh sebab itu, ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid,” ujar Preiden Jokowi saat rapat terbatas mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober mendatang  di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2020.

Pemerintah berupaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober mendatang dan Presiden mengingatkan jajarannya agar peningkatan laju penularan pandemi tidak terjadi selepas masa libur tersebut.

5 Arahan Presiden Jokowi mengenai antisipasi penyebaran COVID-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020 adalah:

Pertama, antisipasi kegiatan libur panjang dan cuti bersama pada akhir oktober 2020 jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus COVID-19.

Kedua, perbaiki rata-rata kasus aktif, kematian, dan kesembuhan sehingga tren kasus COVID-19 di Indonesia akan semakin menurun.

Ketiga, siapkan perencanaan vaksin COVID-19 dengan baik, terutama komunikasi ke publik terkait dengan kehalalan, kualitas dan distribusinya

Keempat, siapkan komunikasi publik yang jelas dan detail mengenai implementasi vaksinasi termasuk didalamnya proses vaksinasi dan alasan prioritas penerima vaksin.

Kelima, libatkan WHO Indonesia untuk memberikan pelatihan terkait perlakuan terhada vaksin COVID-19

Saat ini, berdasarkan data per 18 Oktober 2020, rata-rata kasus aktif di Indonesia berada pada angka 17,69 persen. Angka tersebut sudah lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 22,54 persen.

“Ini bagus sekali. Kita 17,69 persen, dunia 22,54 persen,” kata Presiden.

Dalam data yang sama, rata-rata kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga menurun dari sebelumnya berada pada angka 3,94 persen menjadi 3,45 persen. Hal itu juga diikuti dengan rata-rata kesembuhan di Indonesia yang membaik.

“Kemudian rata-rata kesembuhan di Indonesia 78,84 persen. Ini juga lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan dunia yang 74,67 persen,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara berharap dan berupaya agar angka-angka perbaikan tersebut dapat semakin meningkat dari waktu ke waktu agar selanjutnya tren penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia semakin membaik.

tim ‘disruptive’ pensil
_Twitter: @infokabinetID
_IG: infokabinetID
_FB Group: INFOKABINET.ID

1,372 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Top